Baru punya paspor di usia 30+? Gak masalah karena setiap orang punya cerita masing-masing. Pun begitu yang aku rasakan, usia 30+, sudah punya 3 anak, ternyata ada juga episode baru di mana paspor pertama aku pakai dengan trip bersama teman-teman perempuan ke luar negeri.
Negara yang kami pilih untuk first timer antara lain Malaysia dan Hat Yai (kota perbatasan antara Malaysia dan Thailand). Untuk first timer, kedua negara tersebut sangat cocok dari segi lokasi yang tidak terlalu jauh dan juga bahasa.
Sebelum menginjakan kaki di kedua negara tersebut, aku sudah “jalan-jalan” terlebih dulu lewat video-video yang ada di media sosial. Memudahkan bagi first timer untuk membuat itinerary, mulai dari menentukan destinasi wisata, transportasi yang akan digunakan, dan yang tak kalah penting tempat untuk istirahat.
Kalau untuk itinerary, kamu sebenarnya gak bisa lho ngikutin banget yang punya orang lain. Karena itinerary menyesuaikan dengan speed, power, dan juga kondisi kamu serta teman trip. Nah, kalau untuk urusan hotel, khususnya untuk first timer, ini beda!
Yuk, baca sampai beres, biar kamu gak asal-asalan pilih hotel dan malah boncos biaya transportasi!
MOV Hotel, Walkable Urban Location
Dari KLIA 1 kami memilih menggunakan In Drive untuk menuju MOV Hotel yang berada di 43, Jalan Berangan, Bukit Bintang. Setibanya di sana, dan lihat sekeliling. Kalimat pertama yang keluar. “Gak susah cari makan! “
Ya, hotel ini memang berada di kawasan Bukit Bintang. Hanya beberapa menit dengan berjalan kaki saja sudah bisa sampai di Jalan Alor. Namun, di sekitaran hotelnya saja sudah banyak tempat makan, toko, bahkan laundry.




Seberang hotel, kalau kamu hanya membawa baju terbatas, kamu bisa laundry terlebih dulu. Di sebelah laundry, ada toko buah yang menawarkan berbagai buah-buah yang segar. Kamu bisa juga minta dibuatkan jus atau salad. Apalagi untuk tempat makan, sebelah hotel terdapat cafe timur tengah, kamu harus coba Shawarmanya. Ada juga tempat makan India, dan toko kelontong di sekitarnya.
Keesokan harinya, kami mencari sarapan. Belum ke Malaysia katanya jika belum mencoba Nasi Lemak. Hanya dengan berjalan kaki kurang lebih 4 menit, mengikuti arahan Google Maps, melalui jalan pintas. Tibalah langsung kami di Nasi Lemak Alor Corner. Tempat ini tidak jauh dari Alor Street Food, di mana jika malam hari jalanan alor menjadi spot kuliner yang ramai, jalanan dipenuhi orang dan deretan penjual makanan dan minuman.




Dari MOV Hotel juga, masih bisa ditempuh dengan jalan kaki dalam hitungan menit, kamu bisa mencoba ke pusat kawasan Bukit Bintang. Kamu bisa mencoba Mee Tarik, di sini bisa refill mee nya, lho! Atau juga mencoba Nasi Hainan Chee Meng.
Mau belanja atau sekedar window shopping? Kamu bisa mengunjungi landmark mall di Kuala Lumpur yaitu Pavilion. Selain Pavilion, ada juga Fahrenheit, Lot 10, untuk berbelanja fashion dan kuliner. Ketiga mall itu bisa ditempuh sekitar 7-10 menit dengan berjalan kaki.
Saat liburan di negara orang, jalan kaki 10–20 menit pun rasanya nggak terlalu terasa ya. Mungkin karena sepanjang perjalanan kita selalu menemukan hal-hal baru.
MOV Hotel, When Design meet Comfort
Selain lokasinya yang walkable, hal lain yang langsung menarik perhatian aku dari MOV Hotel adalah desainnya. Kalau kamu membayangkan hotel mewah dengan marble, chandelier, dan dominasi warna gold, MOV Hotel bukan yang seperti itu.
MOV Hotel justru lebih menawarkan desain yang modern, berani memadukan warna, dan dekorasi ruangan yang tidak monoton. Lihat saja seperti di lobby ini, kamu akan melihat lighting yang menggantung berbentuk globe, kursi nya sengaja tidak dibuat seragam ada rangka kursi yang terbuat dari metal hingga klasik. Belum lagi, patung harimau putih yang berukuran besar seolah menyambut kamu di lobby. Tampak lebih playfull!





Kamu tahu bagian dari unexpected dari Mov Hotel? Bukan karena lokasinya yang dekat, atau keramahan dari stafnya. Hotel ini memiliki perosotan. Bukan perosotan layaknya yang anak-anak yang sering mainkan. Melainkan perosotan yang menghubungkan dari lobby sampai ke basement, tempat di mana kamu bisa bersantai sambil membaca buku. MOV hotel benar-benar menawarkan sisi playful nya!
MOV Hotel, The Gemini Room Experience
MOV Hotel punya beberapa pilihan tipe kamar, mulai dari kamar compact untuk short stay sampai tipe yang lebih luas. Untuk perjalanan kali ini, aku memilih Gemini Room.
Gemini memiliki dua single bed, jadi menurutku cocok untuk kamu yang traveling bareng teman dan tetap ingin masing-masing punya tempat tidur sendiri. Kamu juga bisa melihat pemandangan kota KL dari balik jendela.







Dengan luas sekitar 19 m², kamar ini memang tidak terlalu besar, tetapi cukup fungsional untuk kebutuhan short stay. Di dalam kamar tersedia Wi-Fi, TV, air conditioning, safe deposit box, hair dryer, kettle, coffee and tea making facilities, refill air minum disediakan di lobby dan juga rooftop, charging point yang tentu menjadi fasilitas penting untuk traveler yang seharian aktif menggunakan ponsel.
Untuk area penyimpanan pakaian, MOV Hotel tidak menggunakan lemari tertutup seperti kebanyakan hotel, melainkan open hanging rack berbahan metal. Letaknya tepat berdekatan dengan kolam renang, sehingga area ini terasa seperti satu ruang terbuka yang nyaman untuk bersantai. al yang dibuat terbuka. Detail ini justru menarik karena selain fungsional, desainnya juga memberikan sentuhan industrial yang cukup kuat dan membuat kamar terasa lebih ringan.
Kamar mandi dilengkapi rain shower, handuk, serta perlengkapan mandi yang dibutuhkan selama menginap. Secara keseluruhan, fasilitas Gemini Room menurutku sudah cukup untuk kebutuhan perjalanan singkat, terutama bagi traveler yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengeksplorasi Kuala Lumpur dibandingkan berada di kamar.
MOV Hotel, Beyond The Room
Pengalaman menginap di MOV Hotel, bukan cuma terpesona akan jaraknya yang strategis, interiornya yang estetik, dan fasilitas kamarnya yang nyaman. MOV hotel juga punya beberapa communal space yang menarik untuk di eksplor!







Mari kita mulai dengan area rooftop, area ini bisa disebut semi terbuka dalam satu ruangan kamu bisa bersantai di area teras yang menghadap ke pemandangan gedung-gedung tinggi Kuala Lumpur, sekaligus di area terbukanya kamu bisa berenang. Tidak perlu ke kamar untuk membilas atau mandi setelah berenang, masih di area rooftop ada ruangan khusus untuk setrika pakaian dan juga kamar mandi. Setelah selesai, kamu bisa masuk ke area dalam yakni Sky Lounge untuk bersantai sambil membaca buku.
Dari salah satu keputusan yang tidak disesali selama liburan di Kuala Lumpur yaitu menginap di MOV Hotel. MOV hotel bukan saja menawarkan tidur yang nyaman, tapi juga membuat perjalanan dari tempat destinasi satu ke yang lainnya menjadi lebih mudah, dan hemat.

