
Tengok Yuk! Pengalaman Ketika Stay di Hotel yang Minim Fasilitas Anak. Berikut Tips Agar Anak Betah!
Ada kalanya ketika kita berwisata ke sebuah kota tapi gak nemu hotel yang memang menyediakan berbagai fasilitas untuk anak. Misal, hanya ada hotel bintang 2/ Bed and Breakfast Hotel, atau hotel fancy yang tidak ada fasilitas untuk anak. Nah, bumin mau share nih pengalaman short escape ke Bandung kemarin dan stay di 2 hotel yang minim fasilitas anak.
Di malam pertama kami stay di The House Tour Hotel Downtown yang terletak di Jalan Cimanuk Nomor 11 Kota Bandung. Kami booking via whatsapp karena gak ada di OTA dan emang kamar nya terbatas dan rebutan, ngeri ya Buibu. The House Tour Hotel ini ada 3 lokasi, ada Midtown di Ciumbuleuit dan Uphill yang katanya sih baru soft opening di Jalan Terusan Sersan Bajuri no. 72. Yang bikin kami tertarik stay disini adalah desain kamarnya yang unik dan homey karena kadang bosen juga sih dengan suasana hotel yang begitu – begitu aja. Meskipun harus mengorbankan buffet breakfast yang lengkap dan playground juga swimming pool untuk hiburan anak hehehe. Gak apa – apa ya, hidup tuh harus dinamis, biar open minded. hahaha apasih. Jadi kami kasih judul aja ya trip kali ini adalah “Stay Coba – Coba Bumin” demi mendapatkan insight baru soal parenting ketika traveling. Ohkayyyyy… lanjut ke review yah…
1. Vibe hotel yang homey sekaligus artistik

The House Tour Hotel Midtown ini satu area dengan Merindu Canteen dan Touche Shop. Jadi selain kita bisa stay, bisa juga nongki cantik di cafenya dan belanja di butiknya. Kesan pertama sih gak kaya hotel ya, karena memang hectic banget dan banyak orang keluar masuk (gak se-private yang dibayangkan) mungkin karena lokasinya menyatu dengan cafe dan butik ya. Tapi bagi kami gak masalah sih, justru rame juga kan, anak – anak bisa ikutan seneng juga karena banyak orang. Sampai di lobby hotel yang emang seperti resepsionis saja, check in langsung diantar ke kamar. Karena kamarnya gak banyak, emang jadi terlihat seperti bangunan biasa aja. Tapi artistik banget.
2. Tipe kamar dan interior kamar yang warm dan cozy

Mereka ada 3 tipe kamar, medium, large dan family loft. Juga baru – baru ini ada private room dan meeting room nya juga loh. Interior kamarnya nuansa kayu, dan ada sentuhan dekorasi mirip – mirip thailand gitu kali ya. Nah, kami stay di kamar tipe large dengan bathtub diluar, karena ada juga yang bathtub di dalam ya, bisa request juga. Posisi bathtubnya tepat di depan tempat tidur. Lucu juga loh. Berkat bathtub ini juga anak – anak jadi anteng. Lumayan kan bubble bath mengalihkan kebosanan anak ketika di kamar. Karena banyak sentuhan kayu, bikin suasananya hangat dan nyaman.
3. Pilihan menu breakfast yang terbatas

Yang sangat di sayangkan sih breakfastnya ya, kita di telepon untuk konfirmasi pilihan menu breakfast dan jam berapa untuk disajikan. Disajikan di Merindu Canteen tepat ketika kita buka pintu kamar, nah disitulah cafenya. Pas buka kamar langsung deh pemandangan abege nongki ehehhe. Balik ke menu breakfast tadi, meskipun menu yang ditawarkan terbatas (sesuai menu yang di cafe) tapi rasanya enak banget, untungnya. Cuma, dengan harga segitu baiknya sih ada penambahan menu di breakfast ya. Kami pilih menu Nasi Goreng Iga, Spaghetti Aglio Olio, dilengkapi dengan buah – buahan, roti dan jus. Untuk request menu anak kita harus nambah menu ala carte huhu. Sayang banget ya jadi gak leluasa.
Overall, pelayanan bagus banget. Staffnya ramah meskipun gak banyak dan sepertinya merangkap dengan staff cafe. Suasana hotel dan kamarnya nyaman, cuma bagi yang mencari privacy mungkin agak keganggu ya dengan banyaknya orang keluar masuk. Better, cari hotel bintang 3 ke atas. We`ll be back, karena penasaran sama Family Loft yang agak spacious dan 2 lantai pula. Lebih leluasa.
Berikutnya di malam ke 2, kami stay di De Braga By Artotel yang pastinya berlokasikan di Jalan Braga Bandung. Hotel ini terkenal dengan hotel fancy yang anak muda banget dan artsy. Kebetulan pas check in kami dapet upgrade room ke tipe Studio 35. Enak banget ya, tau mau di review kali ya, jadi dikasih upgrade hehehe.
1. Lobby hotel yang artsy

Begitu sampai, kami disambut dengan suguhan lobi hotel yang artsy dan luas. Di area lobby terdapat B10 Coffee and Bar dan Gift Shop. Proses check in nya cepet, dan stafnya melayani dengan baik. Untuk parking area kebetulan di hari yang sama ada group meeting juga sepertinya, jadi agak berkendala untuk parkir. Karena, di Jalan Braga rame juga mungkin ya, jadi tempat parkirnya kurang luas.
2. Kamar hotel yang luas

Kami stay di tipe kamar Studio 35, lumayan luas dan terdapat juga dining room terpisah. Lumayan ya ruangan untuk anak main lari – larian. Amenities kamar lengkap dan cukup nyaman untuk ditempati 2 dewasa dan 2 orang anak. Meskipun di dalam kamar tidak ada balkon, tapi lumayan city viewnya menghadap ke Jalan Braga yang historial.
3. Buffet sarapan yang variatif dan higienis

Selama pandemi ini, hotel yang sudah sertifikasi CHSE menerapkan sistem serving by staff untuk sarapan. Lebih aman dan higienis. Buffet sarapannya pun cukup beragam. Yang pasti jika stay bareng anak, sereal dan susu adalah menu andalan yang pasti anak suka ya.
4. Fasilitas kolam renang dan meeting space yang artsy

Nah di De Braga juga terdapat fasilitas kolam renang. Lumayan ya kalau anak bosan di kamar bisa ajak main untuk berenang. Selain kolam renang juga, terdapat meeting space yang artsy juga. Tidak seperti meeting room pada umumnya. Konsepnya lebih chill dan artsy loh. Cocok untuk kawula muda yang punya perusahaan Startup memadukan ide disini.
Overall, pengalaman stay di 2 hotel yang minim fasilitas anak ini, bisa bikin anak anteng juga. Tapi, mungkin ketika harus stay lebih lama di kamar/ lingkungan hotel anak akan bosan juga karena tidak ada fasilitas playground/ kids club nya. Nah, untuk menyiasati kebosanan anak ketika berada di hotel yang minim fasilitas anak, bumin biasanya pakai beberapa tips ini:
1. Bermain di bathtub
Semua anak pasti anteng kalau main air ya, sama anak bumin juga anteng banget. Lumayan loh mengisi waktu kebosanan anak dengan quality time ketika memandikan anak di bathtub kamar hotel. Bisa bekal bath bomb atau mainan anak yang bisa di mainkan di air.
2. Membawa sensory play
Mainan anak yang bikin anteng dan juga mengedukasi adalah sensory play. Berbeda dengan mainan seperti robot – robotan atau mobil – mobilan biasa, sensory play ini adalah mainan untuk merangsang indra peraba, pengecap, pencium, perasa dan pendengar anak. Sensory play ini bikin anak anteng karena banyak aktivitasnya dan anak juga senang. Mainan sensory play ini juga gampang di temukan, ada yang jual bebas di e-commerce atau bahan – bahan yang mudah didapatkan di rumah, seperti beras, adonan tepung, pewarna, agar – agar, potongan karpet dan banyak lagi.
3. Mengajak anak jalan – jalan sekeliling hotel
Ini juga tips ampuh ya, cuma berkeliling area hotel/ luar hotel jadi alternatif paling gampang jika anak bosan. Lumayan kan, 1-2 jam berkeliling membiarkan anak eksplorasi tempat baru juga seru loh. Sekalian kan, ayah ibu olahraga kejar – kejar anak lari kesana kemari hehehe.
Nah Bu, jika kebetulan susah banget cari penginapan yang ramah anak dan fasilitas lengkap untuk anak, gak apa – apa kok. Kita sebagai orang tua harus kreatif untuk ajak anak beraktivitas agar tidak bosan dan anak malah jadi bad mood. Kita ciptakan waktu berkualitas dan seru selama stay di hotel tersebut.
Jangan kehabisan akal ya bu, bumin tau kok pasti akan repot dan cape. Tapi begitu anak bahagia dan penuh canda tawa selama stay di hotel. Bikin hati kita juga hangat kaaann.
Cukup sekian sharing bumin kali ini, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di curhatan bumin yang lainnya.